Alih Fungsi Lahan Hijau Pegunungan, Disfungsi Ekologis, Dan Kerentanan Bencana Di Wilayah Hilir: Studi Literatur Sosiologi Lingkungan
DOI:
https://doi.org/10.69673/junistuject.v1i2.218Keywords:
Alih Fungsi Lahan, Disfungsi Ekologis, Kerentanan Bencana, Sosiologi Lingkungan, Wilayah PegununganAbstract
Alih fungsi lahan hijau di kawasan pegunungan merupakan persoalan sosial-ekologis yang semakin kompleks seiring dengan meningkatnya tekanan pembangunan dan ekspansi ekonomi. Perubahan penggunaan lahan di wilayah hulu tidak hanya mengakibatkan degradasi lingkungan setempat, tetapi juga memproduksi risiko ekologis yang berdampak hingga wilayah hilir. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis hubungan antara alih fungsi lahan hijau pegunungan, disfungsi ekologis, dan kerentanan bencana di wilayah hilir melalui perspektif sosiologi lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah literatur nasional dan internasional yang relevan, termasuk jurnal ilmiah, laporan kebijakan, dan karya teoretik sosiologi lingkungan. Analisis dilakukan melalui pengelompokan tema, sintesis konseptual, dan penelusuran hubungan kausal sosial–ekologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa alih fungsi lahan hijau di kawasan pegunungan didorong oleh tekanan struktural berupa praktik ekonomi, kebijakan pembangunan, dan lemahnya kontrol sosial, yang secara kolektif menyebabkan menurunnya daya dukung ekologis lahan. Disfungsi ekologis tersebut kemudian berkontribusi terhadap produksi kerentanan bencana di wilayah hilir melalui mekanisme hilirisasi dampak lingkungan dan ketimpangan distribusi risiko. Studi ini menegaskan bahwa kerentanan bencana merupakan hasil dari keputusan sosial dan relasi kuasa dalam pengelolaan lingkungan, bukan sekedar faktor alam.