Pola Internalisasi Nilai-Nilai Islam Dalam Pendidikan Multikultural: Studi Fenomenologi Di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur
DOI:
https://doi.org/10.69673/junistuject.v1i2.216Keywords:
Interpretasi Nilai Islam, Pendidikan Multikultural, Fenomenologi, Pengalaman Sosial Siswa, Pendidikan DiasporaAbstract
Internalisasi nilai-nilai Islam dalam pendidikan multikultural menjadi isu penting, terutama bagi siswa yang belajar dalam lingkungan diaspora yang mempertemukan beragam latar sosial, budaya dan agama. Namun, kajian yang membahas bagaimana nilai-nilai Islam dihayati melalui pengalaman sosial masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengkaji pola internalisasi nilai-nilai Islam dalam pendidikan multikultural di SIKL dengan pendekatan fenomenologi. Fokus penelitian mencakup nilai tasamuh (toleransi), ukhuwah (persaudaraan), dan rahmatan lil ‘alamin yang diinternalisasi melalui pengalaman sosial siswa. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan enam siswa Muslim kelas XI SMA dan tiga guru Pendidikan Agama Islam, kemudian dianalisis secara tematik fenomenologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai berlangsung melalui tiga fase, yaitu pengenalan nilai, praktik sosial, dan integrasi nilai dalam kepribadian siswa. Selain itu, ditemukan pola internalisasi Konsentris-Dialogis yang terbentuk melalui interaksi antara nilai inti Islam, dialog reflektif, dan konteks multikultural diaspora. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan multikultural menjadi ruang strategis untuk memperkuat identitas keislaman.