Makna Bahasa dan Representasi Nilai budaya dalam Falsafah Adat Basandi Syara', Syara' basandi Kitabullah di Tengah Perubahan Sosial Masyarakat Minangkabau
DOI:
https://doi.org/10.69673/jolse.v2i2.271Keywords:
ABS-SBK, Bahasa Minangkabau, Nilai Budaya, Perubahan SosialAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis makna bahasa dan representasi nilai budaya dalam falsafah Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah (ABS-SBK) di tengah perubahan sosial masyarakat Minangkabau. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis dokumen. Data berupa data tekstual dari artikel jurnal ilmiah, buku akademik, dokumen akademik, dan sumber tertulis yang relevan, terutama publikasi tahun 2022-2026, yang dipilih secara purposive berdasarkan kesesuaiannya dengan fokus penelitian. Data dianalisis melalui tiga tahap, yaitu identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi terhadap kata, frasa, ungkapan, pepatah, metafora, simbol, dan pernyataan yang berkaitan dengan ABS-SBK, nilai budaya, dan perubahan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa dalam ABS-SBK berfungsi sebagai medium pewarisan nilai adat, agama, identitas, dan sosial. Ungkapan dima bumi dipijak, disinan langik dijunjuang merepresentasikan nilai adaptasi dan penghormatan terhadap lingkungan sosial, sedangkan ABS-SBK menunjukkan keterkaitan budaya dan agama. Perubahan sosial mengubah penggunaan bahasa tanpa menghilangkan makna budayanya.










