Analisis Wacana Kritis terhadap Obituari dalam Masyarakat Multireligius Indonesia: Representasi Kematian, Ideologi, dan Identitas Kolektif
DOI:
https://doi.org/10.69673/jolse.v2i1.221Keywords:
Analisis Wacana Kritis, Obituari, Representasi Kematian, Masyarakat Multireligius, Identitas KolektifAbstract
Penelitian ini mengkaji representasi kematian dalam teks obituari di Indonesia yang multireligius dengan menggunakan pendekatan Critical Discourse Analysis (CDA) yang didukung Corpus-Assisted Discourse Studies (CADS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kematian dikonstruksi secara diskursif, bagaimana nilai religius dan budaya membentuk representasi tersebut, serta bagaimana obituari berfungsi dalam membangun identitas kolektif. Data penelitian berupa sekitar 60 teks obituari yang diperoleh dari media daring, surat kabar, dan situs institusi dalam rentang waktu 2020–2025. Analisis dilakukan melalui integrasi dimensi linguistik, praktik diskursif, dan konteks sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematian direpresentasikan secara dominan melalui eufemisme dan metafora yang membingkai kematian sebagai transisi spiritual, mencerminkan ideologi religius yang kuat. Selain itu, intertekstualitas religius yang tinggi menunjukkan bahwa obituari berfungsi sebagai sarana reproduksi nilai kolektif. Temuan penting lainnya adalah adanya pola inklusivitas wacana religius yang memungkinkan negosiasi identitas dalam masyarakat majemuk. Secara teoretis, penelitian ini memperluas kajian CDA dengan memasukkan dimensi multireligius, sementara secara praktis memberikan implikasi bagi penggunaan bahasa yang lebih inklusif dalam komunikasi publik.










